Meningkatnya kebutuhan akan keamanan dunia maya membuat bisnis digital yang beroperasi di ruang ini semakin diminati dan dibutuhkan. Salah satu pemain yang memiliki pasar dan sistem yang kuat adalah SNC.ID

Manajer Keamanan Informasi Snc.id Bruce Hanadi menyatakan bahwa setelah memperoleh ISO 9001:

Pada tahun 2015 menstandarkan semua proses bisnis terutama untuk administrasi dan manajemen di lingkungan snc.id, sedangkan ISO 27001 memastikan snc.id memenuhi persyaratan kualifikasi, khususnya di bidang cyber security. Setelah mendapatkan dua sertifikat tersebut, Bruce menyatakan snc.id menjamin standar kualitas pelayanan dan pelayanan yang ditawarkan kepada pelanggan.

“Dengan standar ISO 9001 dan 27001, pelanggan mendapatkan standar kualitas tertentu untuk layanan dan layanan snc.id, dan dipastikan standar kualitas tersebut tidak akan menurun,” jelas Bruce pada sesi perencanaan bersama SNC dan SATSIBER di Penang Bistro.

Sertifikat ISO/IEC 27001 dan ISO 9001 yang diberikan kepada Snc.id dikeluarkan oleh British Standards Institute yang memiliki standar akreditasi internasional. Persyaratan normatif sangat ketat. Proses yang dilalui seseorang untuk mendapatkannya juga melalui tahapan yang cukup panjang.

Bruce mengatakan, snc.id melalui beberapa tahapan dalam proses standardisasi ISO, mulai dari mengkomunikasikan pentingnya ISO 9001 dan 27001 kepada seluruh jajaran karyawan snc.id hingga memastikan semua Standard Operating Procedure (SOP) sudah ada. dilakukan secara sistematis.

“Ada beberapa tahapan dalam proses standardisasi, antara lain awareness/kesadaran akan pentingnya ISO 9001 dan 27001 di semua level karyawan snc.id dan manajemen puncak snc.id berkomitmen terhadap ISO 9001 dan 27001 -Pencapaian standar untuk memastikan semua SOP .dilakukan dengan tepat, tepat berdasarkan bukti,” tambah Bruce. Pada saat yang sama, ISO 27001 adalah standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Standar ini memberikan pedoman untuk menerapkan sistem keamanan informasi yang efektif dan memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan, disimpan, dan dikirim oleh suatu organisasi dilindungi dari kehilangan atau kerusakan.

“Semua bisnis perlu mempersiapkan keamanan siber karena ini bukan masalah kita akan mengalami serangan siber, tetapi kapan kita akan mengalami serangan siber? Selain itu, 6 tren keamanan siber akan muncul di tahun 2023, yaitu:

Privasi dan lebih banyak tekanan, Zero Trust menggantikan VPN, alat deteksi dan respons ancaman menjadi lebih umum, meningkatkan permintaan untuk manajemen risiko pihak ketiga, banyak perusahaan mengalihdayakan keamanan siber dan asuransi keamanan siber,” jelas Intan.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *